Wrench Bolt & Nut

Mesin pada umumnya dirakit dengan bolt dan nut. Oleh karena itu, untuk melepas (disassembly) atau merakit kembali (reassembly) suatu mesin, diperlukan pengetahuan bagaimana cara melepas dan mengencangkan bolt dengan benar dan cepat.

  • Open End Wrench

Open end wrench sering kali dipakai untuk merakit maupun melepas bolt pada suatu mesin. Bolt diputar setelah dipaskan dengan mulut open end. Open end wrench dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu :

1. Single open end wrench

Jenis open end wrench yang mempunyai satu kepala.

single open end wrench2. Double open end wrench

Jenis open end wrench yang mempunyai dua kepala

double open end wrench3. Open end wrench sledge hammer

Jenis lain dari open end wrench, dimana kunci ini dapat disambung dengan pipa maupun dipukul dengan hammer.

open end wrench sledge hammer

Untuk memutar bolt, nut pada mesin, open end dipaskan pada kepala screw dan putar handlenya. Pilihlah ukuran kunci yang sesuai dengan kepala bolt. Ukuran open end ditentukan oleh besarnya bukaan atau lebar rahangnya yang dibuat sedikit lebih besar dari kepala bolt. Sebagai contoh, kepala bolt ukuran 3/8 inch artinya memiliki clearance (celah) 5 sampai 8 perseribu inch. Celah bebas yang terlalu besar akan mengakibatkan sudut kepala bolt menjadi bulat (mematahkan sudut-sudut bolt) atau memperlebar mulut open end. Sebaliknya, memaksa mulut open end yang terlalu kecil pada kepala bolt, misalnya dipaksa dengan cara memukul menggunakan palu, akan memperlebar mulut open end atau mematahkan kepalanya.

menggunakan open end wrenchSaat mengencangkan, cocokkan open end pada kepala screw seperti diilustrasikan pada gambar di bawah. Jika diperlukan momen puntir yang agak besar untuk mengencangkan atau melonggarkan screw, maka mulut open end harus dicocokan secara benar-benar dan berulang-ulang ke kepala screw untuk memastikan keamanan saat menarik kunci.

menggunakan open end wrench 2

Mencocokkan open end ke kepala screw seperti ditunjukkan pada gambar di bawah adalah berbahaya. Open end bisa slip dengan mudah begitu open end wrench diputar.

menggunakan open end wrench 3

Jika screw dapat diputar dengan mudah, pegang handle kunci dekat kepalanya dan putar kepala screw dengan mempergunakan ujung dari rahang kunci. Jika diperlukan momen puntir yang agak besar untuk memutar screw, cocokkan atau pasang rahang kunci bagian dalam pada kepala screw, untuk mencegah kemungkinan kunci dari slip atau mulut kunci melebar. Jika tidak memungkinkan untuk mencocokkan open end dengan cara ini, doronglah handle ke arah kepala screw sambil memutarnya. Dengan demikian, kepala screw tetap pada bagian dalam rahang open end wrench, serta open end-nya tidak slip.

menggunakan open end wrench 4Tarik kunci dengan bahu. Hindari mendorong kunci karena akan menyebabkan buku-buku jari terkelupas atau lebih parah lagi jika screw mendadak melonggar atau kuncinya slip. Jika kuncinya harus didorong, doronglah kunci dengan hati-hati dengan telapak tangan terbuka dan ingatlah untuk membalik rahang kuncinya.

menggunakan open end wrench 5Putar kunci dalam jarak yang ditunjukan pada gambar di bawah. Tarikan pada kunci melebihi jarak ini mengakibatkan kehilangan gaya dan memberikan kemungkinan pada kunci untuk slip.

menggunakan open end wrench 6

  • Adjustable Wrench

Berbeda dengan open end wrench yang mempunyai atau memiliki mulut (opening) tetap, adjustable wrench dapat divariasikan dengan menggerakkan rahang bawah (lower jaw) dengan memutar ulir penyetelnya. Dengan demikian kunci ini dapat dipergunakan untuk screw yang besarnya berlainan. Bagaimana pun adjustable wrench bukan berarti tool yang efisien karena bisa disetel, selain itu adjustable wrench pada umumnya berat dan besar.

adjustable wrenchkunci inggris

Ukuran pada adjustable wrench disesuaikan oleh overall length.

ukuran adjustable wrenchukuran adjustable wrench 2Tipe, kelas, dan simbol adjustable wrench ditunjukkan pada table di bawah.

ukuran adjustable wrench 3Peganglah handle dekat kepalanya. Cocokkan mulut kunci dengan kepala screw dan putar penyetelnya sehingga pas dengan kepala screw. Jika mulut kunci tidak secara tepat terhadap kepala screw, maka kepala screw atau kuncinya akan mengalami kerusakan.

menggunakan adjustable wrenchHindari memutar kunci searah titik rahang sebelah atas, jika tidak kuncinya bisa slip dari screw. Hindari memukul handle dengan palu atau menyambung handle dengan sepotong pipa ketika memutar kunci.

menggunakan adjustable wrench 2

  • Box (Ring) Wrench

Box wrench dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

1. Double end ring wrench

Kunci tipe ini memiliki dua kepala, dimana kepalanya berbentuk cincin (ring) dengan alur-alur pada dinding sebelah dalam cincin yang mencengkram sudut-sudut dari kepala screw. Alur-alur ini dinamakan point. Untuk nut hexagonal, konstruksi standarnya 6 atau 12 point (titik), yang 6 titik memberikan cengkeraman paling kuat dari kunci yang 12 titik, yang 12 titik mengurangi lingkaran sehingga kunci harus bergerak untuk dapat masuk pada kepala bolt. Yang 12 titik adalah yang paling banyak dan dapat dipasang pada kepala baut setelah memutar 30 derajat dari lingkarannya. Biasanya kunci ini dioffset pada gagangnya (handle) untuk memberikan celah bebas jari-jari tangan. Box wrench (ring wrench) biasanya digunakan untuk melonggarkan bolt yang kencang dan juga untuk mengencangkannya. Ada berbagai jenis gagang (handle) yang dioffset dengan sudut 15°, 45° dan 60°, ini dipakai sesuai penggunaannya (aplication).

ring wrenchring wrench 22. Half moon wrench (starter and manifold wrench)

Bentuk lain dari double end ring wrench dimana kunci ini sangat efektif apabila handle yang lurus tidak dapat digunakan untuk melepas screw. Contoh, bolt pada PT Pump pada engine cummins tidak dapat diputar apabila tidak menggunakan kunci ini.

half moon wrench

3. Single end offset ring wrench

Kunci yang mempunyai satu kepala dan penggunaannya dengan memakai tubular handle.

single end offset ring wrench4. Ring wrench sledge hammer

Bentuk lain dari single end ring wrench, dimana kunci ini ketika digunakan gagangnya (handle) dapat disambung pipa atau dipukul dengan menggunakan hammer (palu).

ring wrench sledge hammer

  • Combination Wrench

Kunci yang memiliki kepala ring (box) pada salah satu ujungnya dan kepala open end pada ujung lainnya.

combination wrench

  • Socket Set

Kunci socket terdiri dari sebuah socket (yang mana cocok dengan kepala hexagonal dari screw) dan sebuah handle. Terdapat berbagai jenis handle untuk memenuhi penggunaannya, dengan memilih handle yang sesuai memungkinkan penggunaan kunci socket dengan efisien. Dengan adanya berbagai macam adaptor (penyesuaian) dan extention (penyambung), kunci socket menjadi sangat flexible (mudah) disesuaikan dengan keadaan. Bagian dari handle yang dimasukkan ke dalam socket berbentuk persegi empat disebut drive square. Drive square harus dimasukkan sepenuhnya ke dalam lubang socket , jika tidak maka handlenya bisa slip dari socketnya. Jika socketnya hanya memiliki satu lekukkan pasanglah drive square sedemikian rupa sehingga bolanya terpasang pas dan tepat pada lekukkannya. Lain halnya jika socket memiliki lekukkan pada keempat sisinya.

socket set

  • Socket

Ujung socket mempunyai lubang berbentuk hexagonal. Ukuran lubang ditentukan oleh lebar kepala dari screw. Lebar dari drive square (dimana handle dipasang) mempunyai ukuran bermacam-macam antara lain ¼ inch , 3/8 inch, ½ inch, ¾ inch dan 1 inch. Lebar drive square dengan ukuran ½ inch paling sering digunakan. Pada umumnya, semakin besar ukuran lubang ujung socket, maka semakin besar ukuran lubang drive square.

socket

  • Handle

Handle atau gagang socket mempunyai beberapa bentuk diantaranya :

1. L-Shaped handle

Poros L-shaped handle (offset handle) bengkok pada ujungnya.

L handle2. T-Sliding handle

Handle dapat meluncur dengan bebas, dengan demikian tidak perlu merubah posisi socket, handlenya digerakkan pada satu sisi untuk setengah putaran, sisi yang lain untuk setengah putaran berikut dan seterusnya.

t slidding handle3. Speeder handle

Speeder handle dengan sebuah socket dapat memutar sejumlah screw dari ukuran yang sama dengan cepat. Walaupun demikian, speeder handle tidak cocok untuk melonggarkan atau mengikat kuat screw.

speeder handle4. Flexible handle (swivel handle/nut spinner handle)

Persegi empat penggeraknya (drive square) dipasang pada handle dengan memakai sebuah pena (pin), dengan demikian handlenya dapat diputar dengan sudut yang dikehendaki.

flexible handle5. Ratchet handle

Handle ini memiliki mekanisme ratchet yang memungkinkan persegi empat pemutar (drive square) untuk memutar pada satu arah dan mencegah berputar pada arah yang berlawanan.

rachet handle6. Extention

Extention diperlukan untuk memutar screw pada tempat yang terhalang atau sempit.

extension

Sebuah penyambung (extention) dapat dihubungkan dengan drive square dari handle ratchet, dengan demikian handle dapat diputar pada tempat yang lebih luas. Momen puntir disalurkan kesocket melalui penyambung. Poros penyambung (extension bar) memiliki lubang persegi empat pada salah satu ujungnya yang dihubungkan pada drive square handle dan drive square pada ujung lainnya untuk socket. JIS hanya menentukan dua extension, 150 mm dan 250 mm. Walaupun demikian ukuran yang lainnya dapat diperoleh dipasaran.

7.Universal joint

Universal joint dihubungkan antara handle dan socket agar memungkinkan untuk mempergunakan handle dari segala arah.

universal join8. Kunci socket optional

kunci socket optionalkunci socket optional 29. Kunci socket dengan handle

kunci socket dengan handle

  • Hexagon Wrench (Set Screw/Allen Wrench)

Kunci ini adalah sebuah hexagonal/segi enam batang yang dibengkokkan bagian ujungnya. Ujung bengkoknya dipasang ke dalam lubang kepala screw. Kunci ini bisa diperoleh dalam berbagai ukuran. Ukuran (ketebalan) ditentukan oleh sisi sejajar dari hexagon.

allen wrench

  • Pipe Wrench (Monkey Wrench)

Kunci pipa digunakan untuk memutar pipa, poros dan lain-lain yang mana tidak bisa dicengkeram dengan kunci lain. Kerugiannya adalah gigi kunci menggigit ke dalam dan membuat cacat pada benda kerja.

pipe wrench

Besarnya kunci pipa ditentukan oleh panjang keseluruhan kunci dengan rahang atas memanjang keluar sepenuhnya. Tabel di bawah menunjukkan tipe dari kunci pipa. Kunci pipa ada yang digunakan untuk kelas tugas berat ditandai hurup H dan untuk yang normal dengan tanda N .

monkey wrenchukuran pipe wrenchKunci pipa memiliki rahang yang bisa digeser dan disetel dengan sebuah cincin berulir, rahangnya diberi engsel sehingga jika gagangnya ditarik ke arah anda maka ikatan benda akan dikencangkan dan akan melonggarkan bila diputar sebaliknya. Jika disetel dengan tepat, maka kunci pipa bisa bekerja seperti kunci ratchetcara menggunakan pipe wrenchPeganglah kunci dengan mulutnya mengarah pada anda. Letakkan mulutnya melingkari benda kerja dan setelah rahang bawah menyentuh benda kerja dengan kuat, kemudian sentaklah kuncinya ke arah anda, benda kerja harus berputar dengan kunci. Kemudian dorong kuncinya menjauhi anda, benda kerja harus slip di dalam rahangnya. Hati-hatilah jangan membiarkan kuncinya slip atau jatuh.

cara menggunakan pipe wrench 2

  • Kunci Kait (Hook Wrench)

Kunci kait dinamakan kunci pas kait (hook spanner wrench), dipergunakan untuk memutar nut bulat dengan menyangkutkan ujung kait di dalam alur dari pinggiran mur bulat. Kunci kait bisa diperoleh dalam berbagai ukuran yang ditentukan oleh diameter luar dari nut yang akan dilayani. Biasanya suatu kunci kait dapat dipergunakan untuk memutar nut dari dua atau tiga ukuran yang berbeda.

hook wrenchSelain itu juga terdapat kunci kait yang dapat disetel (adjustable hook wrench) yang dapat dipergunakan untuk berbagai jenis nut lingkaran sproket hub. Penyetelan dapat dilakukan dengan memilih posisi pin dari rahangnya.

adjustable hook wrench

  • Torque Wrench

Torque wrench adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya torque yang digunakan untuk mengencangkan bolt, nut atau screw mesin.

torque wrenchAda beberapa macam tipe dari torque wrench, diantaranya :

tipe torque wrench

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *