Valve, Valve Guide dan Valve Seat

1. Valve

Terbuka dan tertutupnya valve secara teratur untuk memasukkan udara ke dalam cylinder dan membuang gas bekas pembakaran keluar. Pergerakan valve diambil dari putaran camshaft yang dirubah menjadi gerakan vertikal melalui push rod ditransfer melalui rocker arm dan diteruskan ke valve.

Valve juga sebagai permukaan ruang pembakar sehingga selalu menerima beban panas yang tinggi dari pergerakan vertikal yang berulang – ulang dengan demikian valve harus dibuat dari material yang special dan tahan panas.

2. Valve Guide

Valve guide sebagai penuntun pergerakan valve secara sliding antara permukaan stem dan valve guide dengan gerakan vertikal dan juga sebagai pengontrol pelumasan pada valve stem. Dengan demikian dibutuhkan celah yang tepat antara stem dan guide, sehingga tidak terjadi kebocoran udara dan oli ke dalam air intake dan exhaust gas. Valve guide dan valve harus dibuat dari bahan yang tahan panas dan dikerjakan dengan teliti.

Juga valve guide dirancang untuk mudah dapat dilepas bila melakukan penggantian dan perbaikan celah antara stem dan guide valve.

valvepengukuran valve

Dan dibawah ini terdapat data-data pengukuran valve dan valve guide untuk engine 6D125 series dan 170- 1 series.

6D125 Series

valve 2pengukuran valvepengukuran valve 2

3. Valve Insert (Valve Seat)

Valve insert adalah suatu ring yang tahan terhadap panas dan benturan yang dipasang diantara permukaan valve yang bersentuhan dengan cylinder head. Permukaan valve yang bersentuhan dengan cylinder head selalu menerima benturan dan berdekatan dengan gas panas yang tinggi sehingga valve seat harus diperhitungkan tahan panas, kuat dan tidak mudah aus terutama pada bagian exhaust valve. Bila terjadi kerusakan pada valve insert dengan mudah dilepas dan diganti tanpa mengganti cylinder head.

4. Valve Spring.

Valve spring mengangkat valve sampai valve merapat pada valve seat apabila valve sedang menutup. Valve spring juga bekerja mengembalikan rocker arm, push rod dan tappet atau cam follower secara keseluruhan ke posisi normal dengan cepat.

Push rod dan tappet atau cam follower selama operasi menimbulkan inertia yang menyebabkan valve jamping pada saat engine putaran tinggi dan akan terjadi keausan dan cacat dan dapat juga terjadi benturan valve dengan piston.

Valve spring bila mengeluarkan daya kerja yang besar dan mendapat beban yang berulang – ulang akan membuat material spring mengeluarkan tenaga yang besar dan mempercapat melemahnya kekuatan spring ini, juga bisa disebabkan jika natural frekwensi dari valve spring sama dengan kelipatan kecepatan putar dari camshaft, sehingga valve spring akan bergetar lebih kuat karena terjadinya resonanci frekwensi.

efek valve spring

Gambar dibawah ini sebagai gambaran valve spring yang bergetar. Spring coil akan berosilasi kearah axial dari gulungan spring. Puncak osilasi yang terbesar terdapat di bagian tengah spring tetapi jarak coil bisa hampir tidak berubah pada kedua ujung spring kemudian bila terjadi stress yang besar pada spring, jarak coil akan berubah karena disebabkan getaran pada spring coil .

getaran valve spring

  • Pergerakan valve dan piston ( relative )

Gambar dibawah ini menggambarkan pergerakan relative antara piston dan valve standard kerenggangan antara piston head dan valve bergantung model engine, tetapi pada umumnya hanya beberapa milimeter saja. Jika kecepatan putar engine naik tidak normal, spring akan bergetar, valve jumping atau bouncing dan bila terjadi salah satu kejadian tersebut atau kombinasi dari ketiganya akan menyebabkan benturan antara valve dengan piston bisa menyebabkan kerusakan yang serius. Valve clearance juga dapat menurunkan batasan maximal kecepatan engine yang diizinkan. Jadi sangat penting penyetelan kerenggangan valve pada standard yang ditentukan.

diagram pergerakan piston

  • Valve jumping.

Valve yang tidak sanggup mengikuti lajunya putaran dari cam dan tappet atau cam follower bisa tidak bersentuhan dengan cam ( lihat gambar pada titik A dan B ). Terpisahnya gerakan valve dengan cam membuat naiknya gaya hentakan pada permukaan cam. Sehingga mempercepat kerusakan atau bisa terjadi waktu penutupan valve terlambat dan terjadi benturan valve dengan piston.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *