Switch

Pada sistem pengontrolan Caterpillar banyak menggunakan tipe switch, tetapi kita bisa mengelompokkan sesuai dengan cara kerjanya yaitu sebagai “ two state device “( on dan off ). Switch tadi memutus dan menghubungkan kontrol ke ground.

Tipe-tipe switch yang sering dipakai adalah:

1. Uncommited

Switch ini dipakai oleh kontrol untuk memonitor parameter di machine/engine. Kondisi yang dilaporkan oleh switch cuma posisi minimumnya atau maksimumnya saja sesuai dengan aplikasinya. Contohnya: Engine oil pressure switch, coolant temperature switch, Brake pressure switch, Transmission Neutral Switch dan lain-lain.

2. Service

Switch ini dipakai oleh kontrol untuk memberikan informasi tentang kode-kode kerusakan, mode operasi, penghapusan kode-kode yang telah di logged.

3. Programming

Switch ini dipergunakan oleh kontrol untuk melakukan program yang terdapat di mode operasinya. Biasanya menggunakan bantuan switch dari luar seperti service tool atau onboard toggle switch. Contohnya adalah untuk merubah harness code, maka kita harus merubah konfigurasi dari harness plug sesuai dengan tipe machine nya. Atau pada saat kita melakukan kalibrasi hydraulic atau service brake pada dozer R series.

Troubleshooting

Untuk melakukan diagnosa terhadap switch kita harus menggunakan Digital Multi Meter untuk mengukur nilai tegangannya. Pada umumnya kontrol mengeluarkan apa yang disebut dengan “pull up voltage” untuk membantu technician dalam mendiagnosa switch tersebut. Tegangan pull up voltage biasanya bervariasi sesuai dengan tipe machine/kontrolnya, tetapi kita bisa membagi tiga yaitu: 5, 8 dan 12 volt walaupun nilai tegangan berbeda tetapi konsepnya sama yaitu menggunakan resistor 2 kilo ohm. Cara diagnosa yaitu dengan menempatkan kabel merah dan hitam dari DMM pada terminal switchnya. Posisi kan saklar pada DMM di DC Voltage. Jika switch dalam keadaan “open”, maka akan terbaca pull up voltage tetapi jika dalam keadaan “close”, voltage dropnya akan menunjukkan “0” volt. Contoh tersebut untuk switch yang bagus, jika tidak demikian maka swichnya rusak. Pada saat kita mengukur resistannya untuk switch yang bagus pada saat “open” akan menunjukkan lebih besar dari 5000 ohm, dan pada saat “close” akan menunjukkan kurang dari 5 ohm. Nilai tersebut masih dipertimbangkan bagus jika nilainya sama seperti itu.

Contoh-contoh switch

switch

Gambar diatas adalah contoh-contoh switch tipe uncommitted

Yaitu :

  1. Engine oil pressure switch, Coolant flow switch, Breaker switch
  2. Coolant level switch
  3. Engine oil pressure switch
  4. Breaker switch

2 thoughts on “Switch

  • 18th November 2014 at 11:29 pm
    Permalink

    Found your post on Google, the headline caught my eye and it had been a great read.

    Reply
    • 29th November 2014 at 3:06 am
      Permalink

      ok thanks

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *