PEMBAKARAN

Di dalam silinder mesin diesel udara dikompresi untuk menghasilkan suhu setinggi kira-kira 540ºC (1000ºF).

Bahan bakar diinjeksikan ke dalam udara ini, dibawah tekanan tinggi, dalam partikel yang sangat kecil 9dibuat menjadi atom).

Ketika memasuki ruang pembakaran partikel yang kecil ini dikelilingi oleh udara yang dipanaskan dan permukaannya mulai menguap. Ketika uap mencapai suhu yang cukup, pembakaran dimulai. Dengan penguapan yang berkelanjutan dan pembakaran maka oksigen segar diperlukan untuk mendukung pembakaran.

Ketika pembakaran telah dimulai, peningkatan yang cepat dalam suhu menyebabkan bahwa bahan bakar masih tetap masuk ke ruang pembakaran untuk menyalakan dengan segera.

Persyaratan Untuk Pembakaran Yang Sempurna

Agar pembakaran yang sempurna dapat terjadi maka:

  • Harus tersedia pasokan udara yang cukup agar bahan bakar dengan efektif dapat bercampur dengan udara tersebut.
  • Bahan bakar harus diinjeksikan ke dalam ruang bakar dalam kondisi atomisasi yang tinggi
  • Diperlukan turbulensi yang cukup agar semua partikel bahan bakar dapat berhubungan dengan oksigen yang cukup untuk pembakaran yang sempurna
  • Suhu kompresi harus cukup tinggi untuk menyalakan bahan bakar di atau berdekatan dengan dimulainya injeksi

FASE PEMBAKARAN (TAHAP PEMBAKARAN)

fase pembakaran

Gambar diatas menunjukkan tahap pembakaran

  • Periode penundaan

Hal ini adalah waktu yang diperlukan, setelah dimulainya injeksi, untuk partikel pertama bahan bakar mengambil cukup banyak panas agar dapat menguap dan meningkat hingga suatu suhu yang cukup panas untuk menghasilkan penyalaan otomatis

  • Pembakaran yang tidak terkendali

Pembakaran yang cepat berlangsung ketika semua partikel bahan bakar, yang diinjeksikan selama periode penundaan, memperoleh cukup panas untuk pembakaran. Pembakaran ini mengakibatkan suatu peningkatkan suatu peningkatan tekanan yang tiba-tiba (ketukan diesel)

  • Pembakaran terkendali

Karena suhu tinggi yang diciptakan selama pembakaran tidak terkendali bahan bakar sekarang membakar saat memasuki ruang pembakaran dan dikendalikan oleh jumlah bahan bakar yang diinjeksikan pada suatu jangka wwaktu tertentu

  • Setelah pembakaran

Setelah injector berhenti menginjeksikan bahan abakar, beberapa partikel masih harus diuapkan dan sebagian uap belum memperoleh cukup oksigen untuk membakarnya. Pasca pembakaran adalah pembakaran bahan bakar setelah injeski berhenti

Metode Untuk Mengurangi Penundaaan

Periode penundaan tidak diinginkan karena dapat mengurangi pengendalian kondisi operasi mesin. Untuk meminimalkan penundaan, pabrik pembuat dapat menggunakan metode berikut ini untuk mengurangi periode penundaan:

  1. Kompresi yang benar, timing, atomisasi dan kisaran panas operasi mesin
  2. Peringkat fuel cetane yang benar
  3. Pengisian turbo
  4. Nozzle jenis penundaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *