Oli hidrolik

oli hidrolik

Oli yang digunakan ialah :

  1. OIi Mesin ( Engine oil ).

2. Oli Hidrolik ( Hydraulic oil ).

1. Oli Mesin ( Engine Oil )

Oli mesin mempunyai kekentalan yang dinyatakan dalam SAE ( Society of automotive Engineering ) dimana makin besar angkanya berarti oli mesin tersebut semakin kental. Misalnya SAE 10, SAE 20, SAE30 dll. Selain diklasifikasikan menurut kekentalannya, oli mesin jugs diklasifikasikan menurut penggunaan dan mutunya. Klasifikasi ini dinyatakan dalam API ( American Petroleom Institute ), dimana urutanya menggunakan abjad dari A dst. Semakin menjauhi A berarti oli semakin baik, contoh :

~ untuk diesel engine digunakan klas CA, CB, CC, CD.

~ untuk Gasoline Engine digunakan Klas SA, SB, SC, SD, SE, SF.

 

2. Oli Hidrolik ( hydraulic oil )

Pada oli hidrolik mempunyai kekentalan dan klasifikasi sebagaimana oli mesin hanya tidak dinyatakan dalam angka SAE atau kode API service oli hidrolik mempunyai sifat-sifat

  1. Tidak bisa dimampatkan ( Uncompressible ).
  2. Mudah mengalir ( Fluidity ).
  3. Mempunyai sifat Fisika dan kimia yang stabil.
  4. Mempunyai sifat melumasi.
  5. Menjaga terjadinya karat.
  6. Bersifat mudah menyesuaikan dengan tempat.
  7. Harus dapat memisahkan kotoran.

Kerusakan oli.

Terjadinya kerusakan pada oli disebabkan antara lain oleh :

Kontaminasi : Kerusakan oli karena ada pengaruh dari luar oli tersebut.

Deteriorasi : Kerusakan karena pengaruh dari dalam oli itu sendiri.

Terjadinya kerusakan pada kualitas oli akan menyebabkan kerusakan pada komponen dan terganggunya sistem. Cairan yang paling baik adalah oli hidrolik. Oli ini dirancang untuk memiliki semua sifat-sifat yang diperlukan di atas. Kekentalan adalah sifat oli yang harus diperhatikan. Viscosity adalah kemampuan fluida untuk mengalir dalam suatu selang waktu yang telah ditentukan. Satuan untuk kekentalan adalah centistokes atau SSU.

KEKENTALAN & VISCOSITY

viskositasApabila suatu cairan lebih sulit mengalir dibandingkan cairan lain maka cairan tersebut memiliki viscositas yang tinggi.

kekeantalan vs viskositasViscositas ini sangat bergantung pada perubahan temperature. Oli yang baik tentunya diharapkan memiliki viscositas yang tidak banyak berubah terhadap temperature. Didalam system hidrolik jika oli yang digunakan tidak sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh system hidrolik tersebut akan menimbulkan kerusakan-kerusakan atau gagal beroperasi. Misalnya jika oli terlalu encer maka akan terjadi kebocoran-kebocoran pada seal-seal. Jika oli terlalu kental maka kerja pompa hidrolik terlalu berat yang pada akhirnya akan merusak system

viscosity index

Viscosity index adalah ukuran relative besar kecilnya perubahan viscositas terhadap temperature. Jika oli tersebut mudah berubah kekentalanya berarti oli ini memiliki viscositas index yang rendah. Sebaliknya jika oli tersebut kekentalannya lebih stabil terhadap perubahan temperature maka oli ini memiliki viscosity index yang tinggi.

6 thoughts on “Oli hidrolik

  • 25th August 2016 at 11:35 am
    Permalink

    Salam kenal

    sangat bagus pemaparan perihal olie di atas . Dan saya beberapa pertanyaan berikut :
    1. Apakah viskositas dari olie hydrolik tersebut bisa berubah setelah di pakai .
    2. Apakah dengan proces penjernihan olie hydrolik masih bisa kita gunakan lagi .
    3. Sampai berapa kali proces daur ulang ini bisa di lakukan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

    salam,

    Heriyanto

    Reply
    • 17th March 2017 at 8:30 am
      Permalink

      Pak Heriyanto,

      viskositas oli bisa berubah seiring terjadinya oksidasi pada oli hidrolik. untuk penjernihan, sebenarnya tidak disarankan. penjernihan hanya mengubah oli secara fisik saja tetapi aditif pada oli tidak ikut kembali sedangkan kita tahu dalam oli tidak hanya viskositasnya saja yang perlu kita perhatikan, aditif dalam oli jugha sangat penting untuk memperpanjang umur mesin kita.

      Salam,
      Soesanto

      Reply
  • 12th September 2016 at 12:10 pm
    Permalink

    Apakah bisa oli hodrolic di pakai untuk mesin mobil atau motor.,,?

    Reply
    • 11th March 2017 at 1:39 am
      Permalink

      oli hidrolik tidak disarankan digunakan untuk oli mesin mas karena aditif antara oli mesin dan oli hidrolik beda tentunya nanti akan mengganggu kinerja dari omesin anda

      Reply
  • 3rd August 2017 at 2:59 pm
    Permalink

    salam sejahtera gan,
    saya mao tanya tentang jangka waktu pergantian oli yang baik untuk mesin, hidrolik, tranmisi, dan final drive untuk alat berat excavator dengan oli shell atau sejenisnya. terima kasih sebelum nya.

    Reply
    • 6th August 2017 at 2:07 am
      Permalink

      oli mesin 500 jam, oli Swing 1000 jam, oli final drive 2000 jam, oli hidrolik 5000 jam

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *