Menyetel Kontrol Exhaust Brake

Exhaust brake berfungsi untuk meningkatkan efek pengereman mesin. Ini digunakan sebagai rem tambahan ketika berjalan diturunan atau pada kecepatan tinggi. Ketika berjalan pada turunan curam, pengemudi biasanya mengandalkan tidak hanya rem kaki tetapi juga kombinasi rem mesin dan exhaust brake. Mengandalkan hanya pada rem kaki dapat menyebabkan rem overheat dan menimbulkan gejala seperti rem hilang (Brake fade) dan vapor lock, yang dapat membahayakan rem kehilangan tenaganya.

Meskipun exhaust brake diaktifkan atau dimatikan secara elektrik, jika mengalami problem dan, misalnya, tetap hidup selama kendaraan berjalan, hal ini akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Pada kasus exhaust valve tipe butterfly, exhaust brake akan bermasalah atau bekerja berlebihan apabila valve tidak disetel secara cukup, sehingga menyebabkan ban slip dan kendaraan menjadi tidak stabil, saat rem digunakan. Karena itu exhaust brake harus diperiksa dan disetel agar dapat bekerja secara normal setiap saat

Garis Besar Exhaust Brake

Kerja exhaust brake adalah menutup katup exhaust brake sehingga timbul tekanan didalam mesin dan menambah efek pengereman mesin.

Exhaust brake menggunakan udara bertekanan untuk pelayanan rem (atau service brake vacuum untuk model tertentu) untuk membuka dan menutup katup, dan kontrol udara dioperasikan secara elektrik menggunakan katup magnetic.

Exhaust brake hanya akan bekerja ketika switch exhaust brake (manual switch) pada sisi kiri pada roda kemudi diaktifkan, dan saat switch yang hubungkan ke pedal gas dan pedal kopling keduanya aktif. Ketika kendaraan dijalankan pada turunan yang curam, exhaust brake akan beroperasi sendiri pada pedal gas, asalkan switch telah diaktifkan.

Sistem didesain agar supaya, ketika pedal kopling ditekan sementara exhaust brake diaktifkan, switch kopling akan membebaskan exhaust brake dan mesin akan terus hidup, sehingga pengemudi dapat menghentikan kendaraan atau memindahkan gigi dalam kondisi tanpa ada masalah.

Ketika berjalan diturunan, terlebih, karena kecepatan mesin akan naik walaupun tuas throttle dalam posisi stasioner, governor akan beroperasi dan bahan bakar tidak akan disemprotkan kedalam mesin dibawah 700 rpm.

Gambar diatas adalah garis besar pada sistem exhaust brake. Untuk memeriksa sistem secara benar, anda harus mempunyai pengetahuan sistem diagram tersebut

Item Pemeriksaan Utama dan Poin-poin Penyetelan

  • Switch exhaust brake (Kesalahan pengoperasian switch, dll.)
  • Switch pedal gas (Kesalahan pengoperasian switch, penyetelan yang tidak benar, dll.)
  • Switch kopling (Kesalahan pengoperasian switch, penyetelan yang tidak benar, dll.)
  • Switch netral (Kesalahan pengoperasian switch, dll.)
  • Control cylinder (Kerusakan cylinder, Kebocoran udara, dll.)
  • Exhaust valve (Kerusakan pengoperasian katup, penyetelan yang tidak benar)
  • Magnetic valve (Kerusakan pengoperasian katup)

Perhatian Lain Sehubungan Pemeriksaan/Penyetelan

  • Untuk menyetel exhaust valve tipe butterfly dilakukan saat terbuka penuh, lihat Workshop Manual dan setel pembukaan valve sesuai nilai yang ditentukan. Jika membuka terlau besar, exhaust brake tidak akan bekerja secara normal; jika terlalu sempit, beban mesin akan bertambah dan dapat merusak mesin.
  • Hati-hati jangan memutar knob penyetelan stasioner yang dipasang pada driver’s seat; sebaliknya, mesin stasioner pada kecepatan yang lebih tinggi dan exhaust brake tidak dapat bekerja.
  • Ingat bahwa sistem exhaust brake tertentu tidak dapat beroperasi jika alternator tidak membangkitkan kelistrikan.
  • Exhaust valve tipe slide valve, tidak ada penyetelan pada bodi katup tetapi ada lubang pada penutupnya. Periksa lubang-lubang tersebut dan pastikan tidak tersumbat.

Keuntungan Exhaust Brake

  • Bertindak sebagai rem tambahan selama pengereman.
  • Mengurangi penggunaan rem utama dan memperpanjang umur pakai kampas rem.
  • Mencegah vapor lock karena penggunaan berlebihan rem ketika jalan diturunan.
  • Membantu memanaskan mesin saat dingin secara cepat. (Mendorong mengeluarkan pemanas saat kendaraan sedang stasioner selama beberapa waktu.)

Perhatian dalam Bekerja

  • Ketika mendongkrak kendaraan, pastikan mengganjal pada roda-roda yang menyentuh dengan lantai.
  • Exhaust valve adalah panas setelah kendaraan dijalankan. Biarkan menjadi dingin, bagaimanapun, sebelum berjalan exhaust valve periksa atau pelepasan/pemasangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *