Full Hydraulic Steering System

Pada rod dan linkage full hydraulic steering system terdiri dari dua tipe, yaitu :

  1. Follow up linkage
  2. Orbitroll

Follow Up Linkage

Pada sistem ini roda depan digerakkan dengan tenaga hidrolik sehingga apabila engine mati, roda depan tidak akan dapat belok sekalipun steering wheel diputar ( kecuali apabila dilengkapi emergency pump, digerakkan dengan tenaga listrik dari battery )

follow up linkage steering

Lokasi antara gear box, steering control valve dan cylinder terpisah satu sama lain. Sedangkan fungsi dari follow up linkage adalah untuk menetralkan kembali steering control valve, agar jangan sampai disupply terus ke cylinder, sehingga akan diperoleh gerakan yang selaras antara banyaknya putaran steering wheel dengan sudut belok roda depan ( proportional ).

mekanisme follow up linkage steeringcara kerja follow up linkagefollow up linkage diputar ke kiriApabila steering wheel diputar berlawanan dengan arah jarum jam ( supaya roda depan belok kiri ), maka lever D akan bergerak kearah →, sedangkan rod B diam, sehingga lever C akan mendorong rod A untuk menggerakkan steering control valve, sehingga oli dari pump akan diarahkan ke port A dan masuk cylinder melalui port A, sedangkan oli akan keluar dari cylinder melalui port B dan lalu diarahkan oleh steering control valve ke drain.

follow up linkage diputar ke kiri 2

Karena oli masuk ke dalam cylinder port A, maka roda depan akan belok kiri. Dengan beloknya roda maka posisi center lever akan berubah, perubahan dari center lever akan diteruskan ke lever B dan rod B. Rod B akan bergerak kearah → , akibatnya dari bergeraknya rod B kearah → , rod A akan bergerak kearah ← untuk menetralkan kembali steering control valve ( proportional ). Pada saat rod B bergerak kearah → dan rod A bergerak kearah ← , posisi lever D tidak berubah ( tetap diam ) lever D akan berubah posisi apabila gerakan steering wheel dirubah.

Orbitrol Tipe

Orbitrol tipe berfungsi sebagai directional control valve untuk mengarahkan aliran oli pada saat engine bekerja ( pump bekerja ), sedangkan saat engine mati orbitrol akan berfungsi sebagai hand pump dan directional control valve.

steering orbitrol tipesteering orbitrol tipe 2bagian orbitrolcara kerja orbitrolsirkuit hidrolik orbitrol

Cara Kerja :

Pada saat steering wheel diputar, maka valve orbitrol akan bergerak. Pergerakkan valve ini terbatas, karena adanya slot yang mengunci antara valve & Sleeve. Dengan pergerakkan tersebut, maka posisi di valve akan berubah sesuai dengan pergerakkan steering wheel. Sehingga oli yang disupply oleh pump akan diarahkan dari valve ke trochoid selanjutnya ke cylinder.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *