ECMV (Electronic Control Modulation Valve)

For H, L, 4th, 3rd, 2nd and 1st clutch

* Jangan mencoba untuk membongkarnya, karena adjustment untuk mempertahankan performance akan diperlukan atau dilakukan.

ecmv

  1. Fill switch connector
  2. Proportional solenoid connector
  3. Flow detection valve
  4. Fill switch
  5. Proportional solenoid
  6. Pressure control valve (*1)
  7. Name plate (*2)

A : To clutch

P : From pump

T : Drain

Dr : Drain

P1 : Clutch oil pressure pickup port

 

*1 : Pressure control valve spool untuk clutch H, 3rd, 2nd, 1st an d R berbeda dengan spool untuk clutch L and 4th.

*2 : Stample nameplate untuk clutch H, 3rd , 2nd, 1st and R berbeda dengan name plate untuk clutch L and 4th.

kode ecmv

Outline of ECMV

  • ECMV terdiri dari satu pressure control valve dan satu fill switch.

Pressure control valve

  • Proportional solenoid valve menerima arus (current) dari transmission controller dan pressure control valve mengkonversikannya menjadi pressure hydraulic.

Fill switch

  • Fill switch mendeteksi untuk memastikan clutch terisi dengan oli dan mempunyai fungsi sebagai berikut:
  1. Mengirimkan fill signal ke controller sebagai indikasi jika pengisian (filling) telah selesai saat clutch terisi dengan oli.
  2. Tetap mengirimkan fill signal ke controller untuk memastikan terbangkit pressure atau tidak di dalam clutch.

grafik kerja ecmv

Range A : Before shifting gear (When draining)

Range B : During filling

Range C : Pressure regulation

Range D : During filling (During triggering)

Point E : Start of filling

Point F : Finish of filling

 

ECMV and proportional solenoid

Setiap ECMV, dilengkapi dengan 1 buah proportional solenoid. Proportional solenoid menghasilkan gaya dorong seperti grafik dibawah, sesuai besar command current dari controller. Gaya dorong yang dihasilkan proportional solenoid akan menekan pressure control valves pool untuk menimbulkan pressure oli seperti grafik dibawah. Sehingga dengan pengaturan besarnya command current, gaya dorong dapat dirubah untuk menggerakkan pressure control valve untuk mengatur flow dan pressure oli.

Current-propulsion force characteristics of proportional solenoid

grafik kerja ecmv 2Propulsion force-Hydraulic pressure characteristics of proportional solenoid

grafik kerja ecmv 3

ECMV and fill switch

  • Setiap ECMV dilengkapi dengan satu fill switch. Saat clutch sudah terisi penuh dengan oli, fill switch akan “ON” oleh pressure clutch. Berdasarkan full signal ini, pressure clutch akan mulai dinaikkan (builtup).

Operation of ECMV

ECMV bekerja berdasarkan command current dari controller yang dikirimkan ke proportional solenoid dan signal output dari fill switch. Hubungan Antara command current untuk proportional solenoid ECMV, pressure input clutch serta signal output dari fill switch seperti terlihat pada grafik dibawah.

grafik cara kerja ecmv

Range A : Before shifting gear (When draining)

Range B : During filling

Range C : regulation

Range D : During filling (During triggering)

Point E : Start of filling

Point F : Finish of filling

 

*Sebagai dasar pemikiran, bahwa controller tidak akan mengakui terjadinya clutch penuh meskipun fill switch diposisi “ON” saat triggering (Range D).

Before shifting gear (when draining) (Range A in chart)

cara kerja ecmv

  • Saat tidak ada arus (current) yang mengalir ke proportional solenoid (1), pressure control valve (3) akan membebaskan oli dari port clutch A melalui port drain T.
  • Pada kondisi tersebut, karena tidak ada pressure oli yang menekan flow rate pickup valve (4), maka fill switch (5) tetap diposisi “OFF”

During filling (Range B in chart)

cara kerja ecmv 1Jika current (arus) dialirkan ke proportional solenoid (1), saat tidak terdapat oli di dalam clutch, pada chamber B akan terjadi pressure hydraulic yang seimbang dengan kekuatan solenoid dan mampu menggerakkan pressure control valve (3) ke kiri. Sehingga mengalirkan oli melalui pump port P dan orifice a pada flow rate detection valve (4) untuk mulai mengisikan oli menuju clutch chamber. Pada saat ini, perbedaan (differential) pressure terjadi diantara upper stream (sebelum) dan downstream (setelah) orifice a pada flow detection valve (4). Perbedaan pressure tersebut akan menggerakkan flow detection valve (4) ke kiri. Saat flow oil dari port pump P menuju port clutch A berhenti karena clutch chamber terisi penuh dengan oli, maka perbedaan pressure pada keduasisi orifice a flow detection valve (4) menjadi hilang. Dan flow detection valve (4) akan terdorong ke kanan oleh pressure force yang timbul karena perbedaan luas penampang Antara keduasi sivalve (4), sehingga fill switch (5) menjadi”ON”.

Pressure adjustment (Range C in chart)

cara kerja ecmv 2Saat current (arus) dialirkan ke proportional solenoid (1), solenoid akan menimbulkan gaya dorong yang sesuai dengan besarnya current. Besarnya pressure akan ditentukan saat terjadi keseimbangan Antara gaya dorong solenoid yang menghasilkan pressure pada chamber B, dengan gaya dorong yang ditimbulkan oleh pressure oli pada port clutch dan ditambah kekuatan tension spring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *