Diagnostic Screen

diagnostic screenActive Diagnostic Fault (code) screen dapat dipilih menggunakan tombol disebelah kanan, tombol F3 pada keyboard, atau menggunakan Diagnostics drop down menu. Menu yang dapat digunakan untuk memilih tampilan ini adalah sebagai berikut:

diagnostic

                    Diagnostics / Active Diag Codes

 

Function key yang digunakan untuk tujuan ini tergantung dari pilihan yang ditentukan sebelumnya. F3 merupakan default key.

Hanya satu Active Diagnostic fault yang aktif pada engine 3408E ini. Seringkali terdapat berbagai active faults dan status flag indicator muncul.

Pengguna dapat men-troubleshoot suatu active fault dengan cara menyorot (highlight) fault dan menekan tombol Troubleshoot Code dipojok kiri bawah layar. Proses ini akan membuka Diagnostic Advisor, (bila Cat ET dijalankan didalam STW dan Diagnostic Advisor dipasang) dan membantu teknisi dalam men-troubleshoot kode fault.

Active fault tidak dapat dihapus dari layar. Active fault akan terhapus/hilang secara otomatis saat fault tersebut telah diperbaiki.

logged diagnostic fault

Logged Diagnostic Fault screen dapat dipilih menggunakan icon yang ditunjukkan di sebelah kiri atau menggunakan drop down menu dibawah ini:

     Diagnostics / Logged Diagnostic Codes

Function key juga dapat digunakan (tergantung dari bagaimana function key ditentukan). F4 merupakan default key.

Active, Logged, dan Event Diagnostic screen dapat di-print atau disimpan agar dapat dilihat atau juga di-print sebagai file *.PLR (lihat Pelajaran 4 untuk informasi yang lebih lengkap mengenai Mencetak dan Mengelola File).

Perhatikan tiga penjelasan disebelah kanan atas layar: “Occ., First, dan Last“. Item ini men- jelaskan jumlah terjadinya kerusakan, jam kapan kejadian pertama dan terakhir kalinya terjadi. Fitur ini sangat berguna untuk mengidentifikasi intermittent fault.

logged diagnostic fault 2

Logged Fault dapat dihapus dengan menggunakan cursor untuk menyorot (highlight) pesan seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas pada baris kelima. Kemudian tekan tombol Enter, atau tekan tombol Clear di bagian pojok kiri bawah layar dan tekan Yes untuk memastikan penghapusannya

include all ecmKotak Include all ECMs (gambar disamping kanan) di pojok kanan bawah layar, dapat dipilih untuk menampilkan data kerusakan pada semua ECM yang terhubung dengan data link. Bila akan menghapus semua pesan Logged Fault dari semua ECM, tekan Clear All di bagian bawah layar.

Pada layar Cat ET pada gambar diatas menunjukkan 3 buah ECM. Karena Caterpillar Monitoring System bukan bagian dari sistem, CMS pada machine diatas tidak didukung oleh Cat ET. Engine, Transmission dan Brake Logged Fault dikomunikasikan melalui data link ke CMS. Menghapus fault pada Cat ET tidak akan menghapusnya dari CMS karena CMS pada machine diatas tidak berkomunikasi dengan Cat ET. Untuk menghapus logged fault pada CMS yang tidak berkomunikasi dengan Cat ET, hubungkan 4C-8195 Control Service Tool dan gunakan Mode, Scroll, dan Clear switch untuk mengakses service mode dan meng- hapus logged fault.

logged eventLogged Event adalah situasi dimana terjadi kerusakan baik kerusakan elektronik ataupun bukan, yang menyebabkan engine beroperasi diluar normal operating parameter. Tampilan ini dapat diakses menggunakan Logged Events screen icon seperti pada gambar disamping, menggunakan function key, atau menggunalkan drop down menu berikut ini:

logged event 2               Diagnostics / Events / Logged Events

Kondisi ini dapat saja berhubungan dengan perawatan, misalnya low oil level (level oli rendah) atau air filter tersumbat/buntu. Event (kejadian) lain dapat saja disebabkan oleh operator abuse (kesalahan perlakuan oleh operator) seperti engine overspeed atau overload yang mengarah ke overheating.

Pada contoh diatas, terdapat 8 event (pada gambar diatas). Bila salah satu dari kejadian tersebut adalah “Engine Overspeed Warning“, informasi tambahan dapat dilihat dalam bentuk histogram. Informasi ini tersedia dengan cara menyorot item-item dan memilih tombol View Histogram di bagian pojok kiri bawah layar. Bila tidak terdapat overspeed, tombol ini akan berwarna abu-abu dan tidak akan dapat disorot. (lihat gambar diatas).

Pada sisi kanan atas layar terdapat informasi tambahan, sama halnya seperti pada Logged Diagnostic Codes. Informasi ini menunjukkan jumlah kejadian, jam kapan kejadian pertama dan terakhir kalinya terjadi. Sebagai contoh, kejadian Low Engine Oil Pressure Warning; telah terjadi 11 kali, terjadi antara jam ke 32 sampai 33.

Event tidak dihapus secara rutin dan biasanya memerlukan factory password untuk meng- hapusnya. Bila akan menghapus Event, highlight event tersebut, lalu tekan Enter atau pilih Clear dan kemudian masukan informasi-informasi yang diperlukan untuk mendapatkan password. Factory password dibahas pada Pelajaran 5 pada buku ini.

Normalnya, event akan tetap berada pada memori ECM sampai waktunya overhaul. Event memberikan catatan atau sejarah dari kemungkinan problem yang akan merusak engine dan akan membantu proses diagnosa, analisa kerusakan atau sebagai bukti adanya kesalahan pengoperasian oleh operator. Jumlah maksimal event yang dapat disimpan ECM adalah 255. Bila jumlah ini sudah terlampaui, event dapat dihapus setelah penyebabnya diketahui dan diperbaiki. Walaupun ECM dapat menyimpan 255 kejadian, diagnostic clock akan mencatat jam kejadian terakhir kalinya.

Event lain yang mungkin muncul, tergantung dari aplikasinya, antara lain:

  • High exhaust temperature
  • High aftercooler temperature
  • High crankcase pressure
  • Loss of coolant flow
  • Low (lubrication) oil pressure (mengacu pada oil pressure map)
  • User defined shutdown selection
  • Fuel filter restriction
  • Oil filter restriction
  • Low engine oil level
  • High atau low boost

nilai overspeed

Nilai besaran dan jumlah kejadian overspeed dijelaskan pada overspeed histogram C-9 Industrial Engine seperti pada gambar diatas.

Tampilan ini secara grafis memperlihatkan tingkat overspeed. Garis vertikal pada grafik menunjukkan jumlah setiap kategori overspeed. Garis horizontal menunjukkan nilai rpm tertinggi setiap terjadi overspeed. Overspeed dikelompokkan setiap peningkatan 100 rpm.

Pada grafik diatas terdapat 6 kali overspeed terjadi pada rpm 2500, 3 kali pada rpm 2600, 2 kali pada rpm 2700, satu kali pada rpm 2800, dan satu kali pada rpm 2900.

Rentang rpm yang ditunjukkan pada layar ditentukan oleh aplikasi ECM. Dalam hal ini, 2900 merupakan rpm tertinggi yang terukur oleh C-9 engine. Engine lainnya mempunyai skala yang berbeda tergantung dari engine-nya.

Dalam hal ini, engine yang lebih kecil (C-9), dapat dianggap bahwa kerusakan serius telah dialami pada rpm 2900. Engine telah mencapai rpm yang potensial menimbulkan kerusakan dan harus diperiksa terhadap kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh overspeed.

Pemeriksaan, sebagai contoh, harus termasuk pemeriksaan valve, piston, bearing dan komponen yang bergerak lainnya. Akan tetapi, pada engine yang lebih besar, misalnya seri 3500, dapat dianggap bahwa kerusakan akan telah terjadi pada rpm ini karena kecepatan piston yang lebih tinggi.

 

 

 

One thought on “Diagnostic Screen

  • 29th April 2017 at 11:37 am
    Permalink

    Thank you fery much, this is fery important for me.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *