Corrosion Resistor dan AntiFreeze

Corrosion Resistor

Corrosion resistor berfungsi untuk mencegah terjadinya endapan dan karat pada saluran pendinginan engine yang dapat menyebabkan tersumbatnya saluran pendingin.

corrosion resistor

Anti Beku (Antifreeze)

Ketika sebuah engine dioperasikan pada daerah yang memiliki temperatur dingin, maka pada air pendinginnya harus dicampur dengan bahan anti beku (antifreeze) untuk menurunkan titik beku air pendingin tersebut.

Anti beku (antifreeze) terbuat dari variasi bahan tambah, seperti zat anti karat, ethylene glycol. Grafik di bawah ini menunjukkan hubungan antara titik beku dan titik didih dari anti beku (antifreeze) dengan kandungan utama berupa ethylene glycol. Pada grafik di bawah ini ditunjukkan dua buah grafik, grafik sebelah kanan menunjukkan hubungan antara konsentrasi antireeze (dimana kandungan utamanya adalah ethylene glycol) dan titik beku pada air pendingin. Grafik sebelah kiri menunjukkan hubungan anatara rasio pencampuran (air pendingin dan antifreeze), titik beku, dan titik didih.

Ketika pada sistem pendingin digunakan anti beku, maka hal ini akan menyebabkan air pendingin akan sangat mudah untuk mengalami kebocoran, untuk itu pemeriksaan kondisi hoses, pipa, dan salauran-saluran air pendingin lainnya harus secara rutin dilakukan.

Meskipun di dalam antifreeze sudah terdapat zat anti karat, zat ini akan kurang efektif jika konsentrasi antifreeze-nya di bawah 30%, untuk itu konsentrasi antifreeze harus di atas 30%, khusus untuk engine ukuran menegah dan besar.

Pada saat temperatur udara sekitar sudah kembali normal, antifreeze sudah tidak dibutuhkan lagi, untuk itu sistem pendinginan pada engine harus dilakukan pembersihan (flashing). Gunakan cairan pembersih khusus (detergent) dan ikuti instruksi dari pembuat pembersih tersebut.

antifreeze

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *