CONTROL SISTEM AIR CONDITIONING

Thermostatic Switch

kompresor electrical circuit

Thermostatic switch pada sirkuit kelistrikan kompresor electrical circuit  mengatur siklus kompresor yang memungkinkan operator mengatur tekanan pada sistem.

Thermostatic switch terdiri dari kontak tetap dan pivoting frame yang terpasang ke capillary bellows assembly. Capillary tube diisi dengan R134a atau refrigerant yang sama. Capillary tube dimasukkan diantara evaporator core fin. Refrigerant pada capillary tube mengembang atau mengerut, tergantung pada temperatur evaporator.

Pengembangan dan pengerutan refrigerant pada capillary tube menyebabkan bellow mengembang dan mengerut juga. Pengembangan dan pengerutan bellow menyebabkan pivoting frame untuk bergerak.

Bagian dari sirkuit yang menuju koil kompresor clutch terhubung dengan stationary contact, bagian lainnya dari sirkuit terhubung ke pivoting frame. Contact dan pivoting frame harus terhubung untuk supaya sirkuit tertutup dan mengoperasikan kompresor clutch.

Operator mengatur pendinginan evaporator cooling dengan mengatur jarak antara stationary contact dan pivoting frame. Menggerakkan contact dan pivoting frame menjauh (mengurangi pendinginan) menyebabkan belLow mengembang lebih jauh sebelum rangkaian switch tertutup. Menggerakkan contact dan pivoting frame mendekat (meningkatkan pendinginan) menyebabkan rangkaian switch tertutup dengan gerakan bellow yang kecil.

Thermostats yang dapat disetel memiliki pengaruh untuk mengatur jarak antara bukaan dan penutupan switch. Adjustment screw ditempatkan dibawah penutup yang dapat dibuka. Jika adjustable screw tidak terdapat pada lokasi ini berarti thermostat ini memiliki jenis non-adjustable.

Freeze Control System

Non-adjustable thermostat sistem (terkadang sering disebut Freeze Control Sistem) memiliki sebuah knob pengontrol temperatur. Knob dihubungkan ke heater control valve, yang mengontrol aliran coolant melalui heater koil. Temperatur aliran udara pada evaporator dikontrol oleh non-adjustable thermostat. Temperatur kabin dijaga dengan memonitor aliran udara sepanjang heater dan evaporator koil. Ketika udara mengalir sepanjang heater dan evaporator koil mencapai 2.2°C (36°F), non-adjustable thermostat menghidupkan kompresor. Ketika temperatur udara yang mengalir turun menjadi -1.1°C (30°F), non-adjustable thermostat mematikan kompresor.

Kompresor Clutch

kompressor clutch

Kopling kompresor digerakkan oleh crankshaft engine melalui sebuah belt yang terhubung dengan pulley assembly yang terpasang pada magnetic clutch. Pulley assembly memutar bearing dan tidak tehubung ke shaft. Drive plate displine menggunakan hub ke shaft. Koil assembly ditempatkan pada frame kompresor dan tidak berputar.

Arus listrik dari thermostat menciptakan medan magnet pada koil assembly. Medan magnet menarik drive plate terhadap pulley assembly. Pulley assembly kemudian memutar drive plate, hub dan shaft untuk mengoperasikan kompresor.

Low Pressure Sensing Switch

low pressure sensing switch

Gambar di atas menunjukkan Low pressure sensing switch (panah) yang dipasang pada receiver-dryer. Low pressure sensing switch digunakan untuk memproteksi sistem dari kerusakan akibat kekurangan oli. Berada pada sirkuit listrik yang menuju magnetic clutch, switch terbuka ketika tekanan sistem turun dibawah 175 kPa (25 psi) dan mematikan kompresor. Switch dapat ditempatkan pada dryer, expansion valve, liquid line, atau pada kompresor.

High Pressure Sensing Switch

High pressure switch digunakan pada beberapa machines untuk mematikan sistem sebelum tekanan sistem mencapai High pressure relief valve setting. High pressure switch ditempatkan pada sirkuit kelistrikan yang menuju magnetic clutch. Tekanan sistem yang tinggi membuat switch open dan mematikan kompresor.

High Pressure Relief Valve

high pressure relief valve

High pressure relief valve dapat ditempatkan pada kompresor atau receiver-dryer. High pressure relief valve memungkinkan refrigerant terbuang ke atmosfir jika tekanan didalam sistem meningkat diatas 3450 kPa (500 psi). Pada sistem saat ini, High pressure relief valve membuka High pressure switch. Hal ini dimaksudkan guna menghidari refrigerant dibuang ke atmosfer.

Moisture Indicator

moisture indicator

Gambar di atas menunjukkan moisture indicator. Moisture indicator ditempatkan di jalur antara receiver-dryer dan expansion valve. Moisture indicator mengukur jumlah pengembunan relative pada sistem. Kadar pengembunan mengacu pada grafik dipermukaan indikator. Warna biru menujukkan sistem dalam kondisi kering dan warna merah muda menandakan sistem dalam kondisi basah.

Moisture indicator harus diperiksa disetiap pergantian gilir (shift) pengoperasian machine. Untuk memeriksa indikator embun (moisture indicator, perhatikan indicator ring (2) melalui sight glass (1). Jika indicator ring berwarna biru, sistem dalam kondisi kering. Jika indicator ring berwarna merah jambu, sistem mengandung embun (moisture). Moisture harus dibuang dan receiver dryer harus diganti.

CATATAN :

Pembacaan moisture indicator lebih efisien setelah sistem air conditioning beroperasi selama tiga jam atau lebih. Untuk menghasilkan hasil yang terbaik, operator memeriksa moisture indicator pada siang hari dan pada akhir setiap shift.

 

Electronically Managed Climate Control

Sejumlah kendaraan memiliki sistem electronically managed climate control yang digunakan pada sistem air conditioning dan heating untuk menjaga temperatur specific secara otomatis didalam kabin. Untuk menjaga temperatur yang diinginkan, heat sensor mengirim signal ke komputer unit yang mengontrol siklus effektif kompresor, heater valve, Blower, dan operasi vent door. Electronic control sistem umumnya terdiri dari beberapa komponen, seperti coolant temperatur sensor, cabin temperatur sensor, outside temperatur sensor, High-side temperatur switch, Low-side temperatur switch, Low-pressure switch, vehicle speed sensor (untuk mengukur ram air effect), sunload sensor, dan lain sebagainya. Komputer digunakan mengontrol performa sistem air conditioning dan membantu mendiagnosa problem sistem air conditioning, Electronic control sistem ini menggunakan vehicle connector untuk berkomunikasi dengan peralatan electronic lainnya pada kendaraan dan dengan diagnostic tool.

2 thoughts on “CONTROL SISTEM AIR CONDITIONING

  • 19th May 2015 at 3:19 pm
    Permalink

    Sangat membantu…thx gan

    Reply
    • 22nd June 2015 at 1:44 am
      Permalink

      Sama – sama. terima kasih 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *