Connecting Rod

Connecting rod menghubungkan piston dengan crankshaft dan memindahkan gaya hasil pembakaran ke crankshaft. Bagian-bagian pada connecting rod terdiri dari :conrod

  1. Rod eye, gudgeon-end atau smallend sebagai penahan piston pin bushing
  2. Piston pinbushing. Bushing merupakan jenis bearing yang mendistribusikan beban dan dapat diganti bila aus.
  3. Shank adalah bagian connecting rod antara small dan big end, berbentuk I-beam yang kuat dan kaku.
  4. Crankshaftjournalbore dan cap terletak pada bagian ujung besar (big end) connecting rod. Komponen ini membungkus crank shaft bearing journal dan mengikatkan connecting rod ke crankshaft.
  5. Bolt dan nutrod mengunci rod dan cap pada crankshaft, disebut crank end atau big end dari connecting rod.
  6. Big-endbearingconnecting rod terdapat pada crankend. Crankshaft berputar di dalam bearing connecting rod, yang membawa beban. Connecting rod memindahkan gaya hasil pembakaran ke crankshaft dan merubah gerakan naik turun menjadi gerak putar. Connecting rod merupakan besi tempa yang dikeraskan dan di-shot peen untuk membuang tegangan. Ujungnya dirancang tirus untuk memberikan tambahan bidang kontak antara pin dengan bore saat langkah tenaga. Ini menghasilkan kekuatan dan ketahanan ekstra dari piston dan rodassembly.

 

Bearing Connecting Rodbearing conrod

Bearing connecting rod bagian atas terpasang pada connecting rod dan disebut upper half shell. Setengah bagian lainnya terpasang pada cap dan disebut lowerhalfshell. Normalnya upper half shell menahan beban lebih besar. Locating lug merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari bearing shell dan digunakan untuk memastikan bearing duduk dengan benar pada connecting rod ataupun cap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *