Accumulator charge valve

accumulator charge valve

ACC :To accumulator

P : From hydraulic pump

PP : From accumulator (accumulator pressure)

T : To brake system tank

H1 : Relief valve

R1 : Relief valve

R3 : Main relief valve

Specification

Cut in pressure : 11,8 MPa {120 kg/cm2}

Cut out pressure : 20,6 MPa {210 kg/cm2}

 

Fungsi

  • Accumulator charge valve bekerja untuk mempertahankan pressure oli dari pump pada specified pressure dan menyimpannya dalam accumulator.
  • Saat mencapai specified pressure, oli dari pump dihubungkan dengan circuit drain untuk mengurangi load pump

accumulator charge valve 2

  1. Main relief valve (R3)
  2. Valve body
  3. Relief valve (R1)
  4. Relief valve (H1)
  5. Filter
  6. Filter

Accumulator charge valve

Operation

When no oil is being supplied to accumulator (cut-out condition)

accumulator charge valve 3

  • Pressure pada port B lebih tinggi dari set pressure relief valve (R1), maka piston (8) akan dipaksa ditekan ke atas oleh pressure oli pada port B. Poppet (6) menjadi terbuka, port C dan port T menjadi berhubungan.
  • Karena spring chamber pada sisi kanan spool (15) dihubungkan dengan port C relief valve (R1), maka pressurenya akan turun menjadi brake oil tank pressure. Oli dari pump masuk port (P), mendorong spool (15) ke kanan dengan besar pressure yang hamper sama dengan installing load of spring (14).
  • Oli juga lewat melalui orifice (17), (18) dan (16), dan mengalir kembali ke brake oil tank.

When oil supplied to accumulator

1) Cut-in condition

accumulator charge valve 4

  • Saat pressure pada port B lebih rendah dari set pressure relief valve (Rl), maka piston (8) tertekan balik ke bawah oleh spring (5).
  • Valve seat (7) dan poppet (6) menjadi menutup rapat, port C dan port T tidak berhubungan. Spring chamber pada sisi kanan spool (15) juga tidak berhubungan dengan port T, Sehingga pressure akan naik, demikian juga pressure pada port P.
  • Saat pressure pada port P naik diatas pressure pada port B (accumulator pressure), proses pengisian oli ke dalam accumulator segera dimulai. Kondisi ini ditentukan oleh besarnya diameter orifice (17) dan perbedaan pressure (hamper sama dengan load spring (14)) yang terjadi pada kedua sisi orifice. Sehingga sejumlah oli yang sama akan disupplaikan tanpa dipengaruhi oleh engine speed

2) When cut-out pressure is reached

accumulator charge valve 5

  • Saat pressure pada port B (accumulator pressure) mencapai set pressure relief valve (R1), poppet (6) bergerak keatas meninggalkan valve seat (7), sehingga flow oli dihubungkan dengan port drain T dan circuit dibebaskan.
  • Saat circuit dibebaskan, terjadi perbedaan pressure Antara di atas a dan di bawah piston (8), sehingga piston (8) bergerak keatas, poppet (6) dipertahankan terbuka, port C dan port T tetap berhubungan.
  • Spring chamber pada sisi kanan spool (15) juga dihubungkan dengan port C pada relief valve (R1), sehingga pressurenya menjadi turun sama dengan brake oil tank pressure.
  • Pressure pada port P turun dengan cara yang sama, sampai pressurenya menjadi sebanding dengan installing load of spring (14), sehingga supply menujuport B akan berhenti.

Main relief valve (R3)

accumulator charge valve 6

Jika pressure pada port P (pump pressure) naik di atas set pressure relief valve (R3), oli dari pump mampu menekan spring (3). Ball (11) terdorong terbuka ke atas dan oli dari pump dibebaskan menuju brake oil tank circuit, dengan demikian akan membatasi maximum pressure dalam brake circuit dan melindungi circuit dari keabnormalan high pressure

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *