REAR AXLE

  • Rear drive axle

Rear axle disebut juga back axle. Rear axle akan menyangga beban dan meneruskan tenaga penggerak keroda belakang  yang disebut juga driving axle. Bagiannya yaitu rear axle housing, axle shaft dan bearing roda. Selain itu ada rear axle yang tidak meneruskan tenaga atau dead axle. Rear axle tipe rigid digunakan pada kendaraan sedang dan heavy-duty.

Pada sebuah truk, rear axle dapat berjumlah satu buah dan mungkin juga dua atau tiga buah. Rear axle yang berjumlah satu disebut single axle. Rear axle yang berjumlah lebih dari satu dinamakan tandem axle.

Continue reading

Front Axle

Front axle berfungsi untuk menyangga sebagian dari beban kendaraan pada roda depan (front wheels) dan untuk steering kendaraan. Secara garis besar front axle dibagi menjadi front dead axle dan front drive axle. Drive axle dapat disebut dengan live axle atau powered axle.

  • Front Dead Axle
    • Tipe front dead axle

Continue reading

HAND AND POWER TOOLS SAFETY

Perbedaan antara Hand Tools dan Power Tools

  • Hand tools : Hanya mengandalkan tenaga dari pengguna. Hand- tools terdiri dari kapak,¬† hammers, screwdrivers, and wrenches.
  • Power Tools : Membutuhkan sumber daya non-manusia untuk berfungsi dengan baik. Misalnya: Eksternal (listrik, udara terkompresi, dll) atau Internal (baterai, mesin pembakaran internal, dll).

Continue reading

TROUBLESHOOTING (MENGATASI GANGGUAN)

Troubleshooting (Mengatasi gangguan) berarti melokalisasikan berbagai kemungkinan penyebab gangguan , serta melaksanakan perbaikannya dan mencegah gangguan terjadi kembali . Dalam pelaksanaan troubleshooting (mengatasi gangguan) , struktur dan fungsi merupakan hal yang penting untuk dipahami terlebih dahulu . Akan tetapi , cara mempermudah untuk troubleshooting (mengatasi gangguan) adalah dengan menanyakan langsung ke operator, untuk mendapatkan kemungkinan kemungkinan penyebab gangguan.

Memastikan gangguan :

Periksa tingkat gangguan , untuk lebih meyakinkan mengenai gangguan yang terjadi dengan jalan mengoperasikan unit atau melaksanakan pengukuran.

  • Perlu diperhatikan jangan menambah gangguan

Troubleshooting

Dari hasil pertanyaan dan pemeriksaan diatas , kita telah memiliki data data untuk melakukan analisa , selanjutnya kita ikuti troubleshooting chart untuk melokalisasi kemungkinan penyebab gangguan .

Procedure yang paling mendasar dalam trouble shooting adalah :

  • Mulailah dari yang paling sederhana
  • Mulailah dari yang paling sering terjadi
  • Teliti part yang terkait dengan gangguan

Tindakan perbaikan penyebab gangguan :

Sekalipun gangguan telah diatasi , namun apabila penyebab awal gangguan tidak diperbaiki , maka gangguan yang sama akan timbul kembali . Untuk mengatasi hal ini , maka harus diselidiki kenapa gangguan tersebut terjadi

Gear Oil

Beberapa machine Caterpillar masih menggunakan oli gear yang juga biasa dipakai pada kendaraan otomotif di kompartemen final drive dan bagian lainnya yang memiliki gear. Oli gear ini telah ditentukan spesifikasinya oleh API dan juga oleh spesifikasi militer. Oli gear tidak dapat digunakan pada differensial yang spesifikasi nya harus menggunakan oli TO-4 atau FD-1. Oli gear Caterpillar sendiri telah memenuhi spesifikasi: API GL-5, MIL-L2105D, L-37 dan L-42

gear oil

Hydraulic Oil

Machine Caterpillar membutuhkan oli hidrolik yang pada perkembangannya spesifikasi oli untuk aplikasi ini merujuk pada teknologi oli engine.

  • Oli hydraulic menyediakan jumlah yang memadai untuk detergents, dispensants dan additives penahan keausan (anti-wear) untuk melindungi Cat hidrolik sistem.
  • Oli hydraulic harus mengandung senyawa zinc setidaknya sebanyak 900 ppm untuk melindungi pompa bertekanan tinggi dari timbulanya lecet (scuffing).
  • Oli hidrolik standar industri tidak dapat digunakan digunakan pada machine Cat.

Continue reading

Gas Engine Oil

gas engineBelum terdapat standar industri yang menentukan minimum unjuk kerja pada oli gas engine. Caterpillar merekomendasikan oli gas engine berdasarkan pada hasil pengujian lapangan dan komposisi kimia. Oli yang dipakai harus secara khusus diformulasikan untuk bekerja pada engine alat berat yang menggunakan bahan bakar gas. Oli untuk motor gasoline dan diesel Continue reading