TROUBLESHOOTING (MENGATASI GANGGUAN)

Troubleshooting (Mengatasi gangguan) berarti melokalisasikan berbagai kemungkinan penyebab gangguan , serta melaksanakan perbaikannya dan mencegah gangguan terjadi kembali . Dalam pelaksanaan troubleshooting (mengatasi gangguan) , struktur dan fungsi merupakan hal yang penting untuk dipahami terlebih dahulu . Akan tetapi , cara mempermudah untuk troubleshooting (mengatasi gangguan) adalah dengan menanyakan langsung ke operator, untuk mendapatkan kemungkinan kemungkinan penyebab gangguan.

Memastikan gangguan :

Periksa tingkat gangguan , untuk lebih meyakinkan mengenai gangguan yang terjadi dengan jalan mengoperasikan unit atau melaksanakan pengukuran.

  • Perlu diperhatikan jangan menambah gangguan

Troubleshooting

Dari hasil pertanyaan dan pemeriksaan diatas , kita telah memiliki data data untuk melakukan analisa , selanjutnya kita ikuti troubleshooting chart untuk melokalisasi kemungkinan penyebab gangguan .

Procedure yang paling mendasar dalam trouble shooting adalah :

  • Mulailah dari yang paling sederhana
  • Mulailah dari yang paling sering terjadi
  • Teliti part yang terkait dengan gangguan

Tindakan perbaikan penyebab gangguan :

Sekalipun gangguan telah diatasi , namun apabila penyebab awal gangguan tidak diperbaiki , maka gangguan yang sama akan timbul kembali . Untuk mengatasi hal ini , maka harus diselidiki kenapa gangguan tersebut terjadi

Gear Oil

Beberapa machine Caterpillar masih menggunakan oli gear yang juga biasa dipakai pada kendaraan otomotif di kompartemen final drive dan bagian lainnya yang memiliki gear. Oli gear ini telah ditentukan spesifikasinya oleh API dan juga oleh spesifikasi militer. Oli gear tidak dapat digunakan pada differensial yang spesifikasi nya harus menggunakan oli TO-4 atau FD-1. Oli gear Caterpillar sendiri telah memenuhi spesifikasi: API GL-5, MIL-L2105D, L-37 dan L-42

gear oil

Hydraulic Oil

Machine Caterpillar membutuhkan oli hidrolik yang pada perkembangannya spesifikasi oli untuk aplikasi ini merujuk pada teknologi oli engine.

  • Oli hydraulic menyediakan jumlah yang memadai untuk detergents, dispensants dan additives penahan keausan (anti-wear) untuk melindungi Cat hidrolik sistem.
  • Oli hydraulic harus mengandung senyawa zinc setidaknya sebanyak 900 ppm untuk melindungi pompa bertekanan tinggi dari timbulanya lecet (scuffing).
  • Oli hidrolik standar industri tidak dapat digunakan digunakan pada machine Cat.

Continue reading

Gas Engine Oil

gas engineBelum terdapat standar industri yang menentukan minimum unjuk kerja pada oli gas engine. Caterpillar merekomendasikan oli gas engine berdasarkan pada hasil pengujian lapangan dan komposisi kimia. Oli yang dipakai harus secara khusus diformulasikan untuk bekerja pada engine alat berat yang menggunakan bahan bakar gas. Oli untuk motor gasoline dan diesel Continue reading

Diesel Engine Oil

Caterpillar menggunakan sistem klasifikasi oli API (America Petrolium Institute) dan spesifikasi Cat ECF-1 dalam menentukan pelumas untuk Cat diesel engine. API sistem ditentukan oleh serangkaian pegujian operasi engine dan pengetesan di test bench. Sedangkan spesifikasi Cat ECF-1 mencakup adanyabeberapa pengujian tambahan dan pengujian batasan kimiawi.

API mengatur lisensi dan melakukan program sertifikasi untuk pelumas engine diesel dan bensin. Oli yang memenuhi unjuk kerja API dapat mencantumkan API simbol sebagai bukti telah lolos uji sertifikasi.

cat oil

  • Oli kategori API “S” adalah oli yang di desain untuk engine gasoline (bensin). “S” adalah singkatan dari spark yang berarti percikan api. Karena motor bensin menggunakan percikan bunga api dari busi untuk menyalakan pembakaran.
  • Oli kategori API “C” adalah oli yang di desain untuk engine diesel alat berat.

“C” adalah singkatan dari compres yang berarti tekanan. Karena motor diesel menggunakan kompresi untuk menghasilkan panas yang menyalakan pembakaran.

  • Oli universal dengan kategori “C” dan “S” dapat digunakan baik pada diesel maupun gasoline.

Table dibawah ini menunjukan kemajuan dalam pengujian oli yang pada klasifikasi tiga oli engine terakhir yang dilakukan oleh API.

Perkembangan API service secara general dari mulai pertama di buat sampai yang terakhir bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

cat api

Oli diesel engine klasifikasi CI-4 telah memenuhi lima pengujian yang dilakukan. Dua pengujian diantaranya dibuat oleh Caterpillar. Pengujian Cat dirancang untuk menguji kemampuan oli dalam mengontrol deposit dan menjaga agar konsumsi oli tetap berada pada level yang dapat diterima. Pembuat engine yang lain biasanya juga membuat pengujian tambahan untuk klasifikasi API yang telah ada.

Gambar dibawah menunjukan contoh piston yang telah melalui pengujian oleh Caterpillar.

cat piston

Secara ideal klasifikasi API harus mampu menyediakan oli untuk semua diesel engine modern. Tetapi banyak pembuat diesel engine masih membutuhkan oli dengan unjuk kerja yang lebih tinggi. Karena itulah maka para pembuat engine diesel masih mengeluarkan spesifikasi khusus untuk engine yang mereka buat dengan kode spesifikasi khusus seperti tampak pada tabel dibawah ini.

api ci 4

Caterpillar DEO secata khusus dibuat untuk memenuhi kebutuhan dari diesel engine Caterpillar dengan unjuk kerja yang tinggi. Cat DEO harus memenuhi semua persyaratan terakhir yang digariskan oleh spesifikasi API, Cat ECF-1 dan lulus dari serangkain pengujian yang dilakukan pada engine Cat. Pengujian pada unjuk kerja oli dilakukan baik pada engine yang diaplikasikan di on-highway maupun offhighway.

cat deo

Cat DEO tersedia baik yang menggunakan konvesional base stocks ataupun full synthetic base stocks.

Komposisi Pelumas

Pelumas alat berat dibuat dengan cara menggabungkan base stocks dan additives. Secara umum komposisi campurannya adalah 80% base stocks dan 20% additives.

sos oli

Base stock merupakan bahan baku utama yang menyusun suatu cairan pelumas. Banyak proses yang harus dilalui untuk meng-ekstrak base stock pelumas dari sumber crude oil. Kwalitas dari crude oil dan proses pengolahannya akan menentukan unjuk kerja dari base stocks tersebut. Pada beberapa kasus base stocks merupakan hasil sintesa dari sumber minyak yang lain selain crude oil sehingga disebut base stocks sintetik. Base stocks sintetik ini biaya produksinya lebih tinggi. Untuk pelumas alat berat, base stocks harus ditambah oleh zat additives untuk melindungi komponen yang berderak, mengontrol deposit dan menambah kemampuan gesekan.

Secara umum terdapat tiga jenis base stocks yang dikenal saat ini, yaitu:

  • Konvensional
  • Highly refined conventional
  • Sintetik

Masing-masing jenis base stocks memerlukan jenis additives tertentu agar mampu memberikan unjuk kerja yang maksimum. Base stocks konvensional dan highly refined menggunakan crude oil sebagai bahan baku. Jenis dan proses pemurnian yang dilakukan akan menentukan kwalitas dari base stocks tersebut. Base stocks sintetik terbuat dari berbagai macam sumber minyak. Karakteristik base stocks jenis ini adalah memiliki ketahanan oksidasi pada suhu yang tinggi dan memiliki kemampuan alir yang baik saat suhu rendah. Base stocks sintetik tetap masih memerlukan additives apabila akan dipergunakan sebagai pelumas pada alat berat.

Additives untuk pelumas alat berat dicampurkan ke dalam base stocks pada suatu kondisi yang terkontrol di pabrik pencampurnya. Additives untuk pelumas alat berat diproduksi oleh empat pemasok utama, yaitu:

  • Afton
  • Infinum
  • Lubrizol
  • Oronite

sos oli 2

Jenis additives yang biasa digunakan adalah:

  • Detergents: mengurangi timbulnya deposit, mengotrol korosi.
  • Dispersant: Menjaga agar jelaga (soot) tidak menggumpal, mengontrol keausan, mengurangi timbulnya lumpur (sludge), mengontrol peningkatan viskositas.
  • Anti-oxidants: Menghambat oksidasi.
  • Anti-Wear: Mengurangi keausan dengan cara melapisi permukaan dengan oil film.
  • Viscosities modifier: Meningkatkan viskositas pada suhu tinggi.
  • Friction modifier: Meningkatkan unjuk kerja clutch dan rem.
  • Rust & Corrosion inhibitor – bekerja dengan menetralisir asam dan membentuk lapisan oil film
  • Viscosity Index (VI) improvers – mengontrol peningkatan viscositas
  • Oxidation inhibitor – bekerja menghambat oksidasi dengan bersifat reaktif terhadap zat yang pro-oxidant (free radicals, hydroperoxides, etc)
  • Alkalinity agent – menetralisir material asam yang terbentuk dari oli yang teroksidasi, atau dari kandungan
  • Antifoam – digunakan untuk mengurangi buih pada oli

aditif

Additives oli merupakan campuran kimia yang rumit dan secara spesifik dirancang untuk meningkatkan unjuk kerja oli. Umumnya instrumen yang terdapat di laboratorium oli dapat mendeteksi beberapa komponen yang menyusun campuran additives tersebut. Elemen yang bisa ditemukan pada additives adalah: Ca, Mg, Zn, P, Si, Mo, B, Ba